bagaimanakah kehidupan keluarga kita itu,maksud saya seperti apakah awal terbentuknya sebuah keluarga besar mulai dari buyut,anak,cucu,dan cicit serta piutnya. Hal seperti itulah yang selalu membuatku penasaran akan masa lalu keluarga. Kemarin hari waktu sore,saya merasa tertarik dengan apa yang ada di episode yang kesekian dari Upin dan Ipin musim terbaru,suatu hari mereka sedang ikut membersihkan rumah bersama kakak mereka,sang kakak mengurus bagian ruang depan sementara mereka mengurus bagian kamar-kamar dengan penyedot debu,saat hendak memasuki satu kamar yang sering terkunci mereka penasaran kenapa selalu kamar itu yang tak pernah dibuka,mereka pun mengambil kunci yang dpegang kakak perempuan mereka yang tengah tertidur.
Saat mereka membukanya,mereka terlihat terkejut dengan apa yang mereka temukan. sebuah rak berisi buku,saat itu Ipin menjumpai satu buku berjudul Upin dan Ipin Kesayanganku karena penasaran Ipin mencoba mengambilnya dengan memanjat melalui tumpuan buku namun tanpa disangka ia justru menemukan ruang rahasia dibalik rak sontak saja mereka memasukinya dan menemukan rahasia lain yang belum mereka ketahui tentang kakak mereka dan juga sang nenek.
saya benar-benar senang menontonnya karena saya sendiri juga belum tahu betul bagaimana masa lalu keluarga saya (maaf kalau tulisannya diulang),pernah suatu hari saya bertanya pada ibu siapa kakek atau nenek buyutku lalu ibu menjawab dulu kakek buyut saya bernama Mbah Somo atau entah siapa saya sedikit lupa,katanya dia itu pendekar sakti yang apabila melompat ke belakang maka seketika itu pula ia akan menjadi sesosok harimau besar namun suatu hari ia bingung bila ia kelak mati tidak ada yang akan mewarisi ilmu tersebut,namun kenyataannya sewaktu memiliki anak ia juga khawatir bila anak-anaknya tak akan sanggup mengendalikan ilmu yang ia berikan sehingga pada suatu hari ia menyuruh anaknya yang mewarisi ilmu tersebut untuk memanjat pohon kelapa dan mengingatkannya agar tidak menengok ke belakang atau ke bawah sebelum sampai di puncak pohon. namun sayang sang anak tak bisa menyelesaikan hal tersebut dan akhirnya berubah menjadi harimau. lalu pada suatu hari ia menembak anaknya sendiri hingga tewas dan tidak ada lagi yang mewarisi ilmu yang berbahaya tersebut.
Bagaimana,terdengar seperti kisah fiksi bukan, yah yang namanya orang dulu memang kadang berkaitan dengan hal-hal berbau mistik,tapi kebenaran kisah tersebut masih saya ragukan. Dan Ibu dulu juga bilang bahwa Kakek dari ibu dulu seorang tentara entah apa jabatannya,kata ibu kakek dulu memiliki banyak lencana di seragamnya yang sayangnya semua sudah diberikan ke orang-orang oleh kakek dan seragamnya juga sudah tidak diketahui kemana,saya yang hanya cucu ketiga hanya bisa mengelus dada karena sewaktu saya masih berumur kira-kira empat kalo tidak salah,waktu itu saya hanya sekali menjumpai kakek saya dan menyambangi rumahnya saat beliau menghembuskan nafas terakhir,rumah kakek tidak terlalu besar ukurannya mungkin sekitar setengah kotak sawah atau lebih,saya juga bertanya pada ibu apa kakek punya catatan semasa masih bertugas,ibu bilang ada namun hal itu juga kurang jelas mengingat bahwa rumah tersebut sudah dihuni orang lain,dikontrakkan mungkin,dan satu hal lainnya yang membuat saya sedih,saya sudah tidak mempunyai nenek,nenek dari pihak ayah sudah wafat sekitar tiga tahun lalu sedangkan nenek dari pihak ibu setahun yang lalu dan saya belum sempat bertanya-tanya kepada mereka berdua.
hal ini mungkin juga disebabkan karena sebuah buku yang pernah saya baca semasa SMA kelas 2,waktu itu saya membaca buku karangan Alm.Umar Kayam yang berjudul Para Priyayi Sebuah Novel,dia itu orang Ngawi yang saya anggap seperti saudara satu Karesidenan(andai saja bisa begitu),di buku itu dikisahkan seorang priyayi yang juga seorang guru desa dimana ia mengalami kehidupan di tiga jaman yaitu Zaman pergerakan,Zaman jepang,Hingga masa-masa saat PKI memberontak dan Reformasi,saya sungguh merasa bernostalgia saat membacanya dan membayangkan seperti apa Madiun tempo itu,ikut merasakan pahit manis getir kehidupan para tokohnya juga seorang anak yang beranam Lantip yang merupakan hasil dari hubungan gelap sang keponakan yang ia katai seorang bajingan karena ikut gerombolan perampok bernama Siman(saya lupa lengkapnya) yang berakhir dihabisi orang-orang yang kemudian dibakar hidup-hidup.
yah,buku itu benar-benar membuat saya terobsesi mengenal wajah lawas bangsa ini,jadi saya pun memburu beberapa buku dengan setting seperti buku dan hasilnya saya mendapatkan novel Ronggeng Dukuh Paruk,Amba,Suite Francais(meskipun ini mengisahkan Prancis,tapi tak apa kan?) dan juga mengenal wajah masa lalu negeri lain di dunia ini melalui karya James Herriot,Robert Harris,F. Scott Fitzgerald,Truman Capote dan Orhan Pamuk yang baru-baru ini saya beli. Sjarah memang sungguh mengasyikan bagi saya dan maaf kalau tulisan ini merembet ke hal-hal lain tapi semua hal memang kadang terhubung ibaratnya seperti benang merah yang menghubungkan sepasang manusia. Yah,mungkin sebagian ingatan tentang keluarga saya mungkin sudah lama tertimbun tapi saya juga bangga setidaknya mengetahui sepenggal dari kisah-kisahnya,terkadang ingatan itu terabaikan namun apabila ingatan itu tertulis dan tersimpan rapi dalam catatan maka suatu hari kita bisa membagi hal tersebut kepada anak cucu kita kelak,karena masa lalu mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik di masa depan bukan,yang mengabaikan malah akan mengulanginya kembali tanpa sadar.
akhir kata wassalamualikum wr. wb.
sampai berjumpa di tulisan yang lain :)
Nouer Jay's Blog
tempat dimana pikiran,imajinasi saya tuangkan menjadi tulisan.
Jumat, 07 Agustus 2015
Sabtu, 11 Juli 2015
aku yang terkejut
selamat malam,yah,maaf karena tak pernah mengisi blog ini yang sudah lama terbengkalai. bukannya malas,tapi memang sedang tidak ada sesuatu untuk saya tuliskan. kemarin saya baru saja tiba setelah perjalanan pulang dari kota Jakarta untuk kuliah,yah sekarang sudah libur jadi saya bisa menghabiskan waktu untuk melakukan apapun yang saya inginkan,termasuk menulis untuk blog. malam ini saya ingin menulis tentang keterkejutan saya,mengapa keterkejutan?karena setiba dini hari tadi di tujuan pulang sekitar pukul 04.08 WIB. saat itu saya tengah menelpon kakak saya untuk menjemput saya di pasar tempat saya turun bis,saya menelpon berkali-kali namun tidak diangkat sementara saya masih merasakan dinginnya ac bis da justru diperparah dengan cuaca dingin saat keuar bis,huh,saya hampir menggigil.
karena tidak segera dijawab saya pun memutuskan untuk mengirim pesan singkat yang berbunyi "Kak,tolong jemput saya di Pasar!",pesan sudah terkirim dan saya menunggu sambil menyantap bekal bawaan perjalanan dari Ibu selagi menjelang imsak,saya pun selesai lalu melihat ke layar ponsel,belum ada balasan. saya pun jadi sedikit kesal dan mengeluh saat akhirnya mengangkat bawaan yang cukup berat sambil menyebrang ke arah pasar dari tempat saya turun bis yang berada di timur pasar. padahal,kemarin saat hendak menuju agen bis,saya juga berjalan kaki setelah turun di perempatan jalan Pasar Rebo,ugh berat dan membebani punggung.
setelah menyebrang,saya berjalan ke arah selatan pasar lalu berbelok ke kanan dari samping masjid,dan mata saya langsung terkejut melihat apa yang ada di sepanjang jalan lurus keluar pasar,deretan lampu kelap-kelip tampak menghiasi tiang-tiang bambu panjang sedemikian rupa,dan bahkan ada beberapa rumah yang memasang lampu berputar yang seperti lampu disko tapi berukuran kecil,tak ayal hal itu mengejutkan saya yang baru tiba dari perjalanan jauh dan sudah beberapa bulan meninggalkan kampung halaman.
lalu tiba-tiba saja ponsel berbunyi "annyeong haseyo ada telpon masuk,kamsahmanida",harusnya nada dering ayu ting-ting itu kuganti karena terasa aneh di telingaku,aku pun mengangkatnya"Di,kamu di mana?",tanya kakakku yang kemudian ku jawab,"Di Barat pasar,keluarahan Jagalan",dari ponsel kudengar nada suara kakakku yang kesal karena tidak mengabari saat hampir tiba di tujuan,ia pun menyuruhku untuk menunggu di tempat sepanjang jalan tiang bambu berhias lampu kelap-kelip yang kupikir seperti penjor di Bali.
aku kemudian berpikir,apa-apaan ini,bagamana mungkin kutinggalkan beberapa bulan dan tempat ini jadi terasa sedikit berlebihan dibanding ramadhan tahun-tahun lalu. kakakku tiba,lalu bawaan yang ada kutaruh di depan jok motor bagian kemudi lalu aku naik dan kami pulang ke rumah.
hal yang sama mengejutkan juga kulihat di sekitartempat tinggalku,sama seperti sebelumnya namun ada yang berbeda,surau yang kukenal tidak seperti yang kukenal,semua dirombak,bagian tempat jamaah laki-laki lebih luas dan tempat jamaah perempuan berada lebih ke kiri lagi,dan malam ini pun saat tarawih aku juga terkejut,karena mendapatinya lebih cepat selesai saat pukul 19.40,sedikit cepat dibanding saat aku masih di Jakarta. dan hal lainnya adalah,aku tak menjumpai teman-teman yang kukenal,yang kujumpai cuma satu tapi yang lainnya aku tidak tahu,dan aku mulai berpikir apakah mereka semua merantau ya,padahal ini pulang kampungku yang kedua tapi aku tetap saja terkejut dengan apa yang berubah di desa meskipun bukan perubahan yang drastis.
yak itu saja yang kutuliskan malam ini,sampai jumpa di tulisan berikutnya! :)
Dolopo,11 Juli 2015
karena tidak segera dijawab saya pun memutuskan untuk mengirim pesan singkat yang berbunyi "Kak,tolong jemput saya di Pasar!",pesan sudah terkirim dan saya menunggu sambil menyantap bekal bawaan perjalanan dari Ibu selagi menjelang imsak,saya pun selesai lalu melihat ke layar ponsel,belum ada balasan. saya pun jadi sedikit kesal dan mengeluh saat akhirnya mengangkat bawaan yang cukup berat sambil menyebrang ke arah pasar dari tempat saya turun bis yang berada di timur pasar. padahal,kemarin saat hendak menuju agen bis,saya juga berjalan kaki setelah turun di perempatan jalan Pasar Rebo,ugh berat dan membebani punggung.
setelah menyebrang,saya berjalan ke arah selatan pasar lalu berbelok ke kanan dari samping masjid,dan mata saya langsung terkejut melihat apa yang ada di sepanjang jalan lurus keluar pasar,deretan lampu kelap-kelip tampak menghiasi tiang-tiang bambu panjang sedemikian rupa,dan bahkan ada beberapa rumah yang memasang lampu berputar yang seperti lampu disko tapi berukuran kecil,tak ayal hal itu mengejutkan saya yang baru tiba dari perjalanan jauh dan sudah beberapa bulan meninggalkan kampung halaman.
lalu tiba-tiba saja ponsel berbunyi "annyeong haseyo ada telpon masuk,kamsahmanida",harusnya nada dering ayu ting-ting itu kuganti karena terasa aneh di telingaku,aku pun mengangkatnya"Di,kamu di mana?",tanya kakakku yang kemudian ku jawab,"Di Barat pasar,keluarahan Jagalan",dari ponsel kudengar nada suara kakakku yang kesal karena tidak mengabari saat hampir tiba di tujuan,ia pun menyuruhku untuk menunggu di tempat sepanjang jalan tiang bambu berhias lampu kelap-kelip yang kupikir seperti penjor di Bali.
aku kemudian berpikir,apa-apaan ini,bagamana mungkin kutinggalkan beberapa bulan dan tempat ini jadi terasa sedikit berlebihan dibanding ramadhan tahun-tahun lalu. kakakku tiba,lalu bawaan yang ada kutaruh di depan jok motor bagian kemudi lalu aku naik dan kami pulang ke rumah.
hal yang sama mengejutkan juga kulihat di sekitartempat tinggalku,sama seperti sebelumnya namun ada yang berbeda,surau yang kukenal tidak seperti yang kukenal,semua dirombak,bagian tempat jamaah laki-laki lebih luas dan tempat jamaah perempuan berada lebih ke kiri lagi,dan malam ini pun saat tarawih aku juga terkejut,karena mendapatinya lebih cepat selesai saat pukul 19.40,sedikit cepat dibanding saat aku masih di Jakarta. dan hal lainnya adalah,aku tak menjumpai teman-teman yang kukenal,yang kujumpai cuma satu tapi yang lainnya aku tidak tahu,dan aku mulai berpikir apakah mereka semua merantau ya,padahal ini pulang kampungku yang kedua tapi aku tetap saja terkejut dengan apa yang berubah di desa meskipun bukan perubahan yang drastis.
yak itu saja yang kutuliskan malam ini,sampai jumpa di tulisan berikutnya! :)
Dolopo,11 Juli 2015
Kamis, 12 September 2013
Kamis, 18 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)