selamat malam,yah,maaf karena tak pernah mengisi blog ini yang sudah lama terbengkalai. bukannya malas,tapi memang sedang tidak ada sesuatu untuk saya tuliskan. kemarin saya baru saja tiba setelah perjalanan pulang dari kota Jakarta untuk kuliah,yah sekarang sudah libur jadi saya bisa menghabiskan waktu untuk melakukan apapun yang saya inginkan,termasuk menulis untuk blog. malam ini saya ingin menulis tentang keterkejutan saya,mengapa keterkejutan?karena setiba dini hari tadi di tujuan pulang sekitar pukul 04.08 WIB. saat itu saya tengah menelpon kakak saya untuk menjemput saya di pasar tempat saya turun bis,saya menelpon berkali-kali namun tidak diangkat sementara saya masih merasakan dinginnya ac bis da justru diperparah dengan cuaca dingin saat keuar bis,huh,saya hampir menggigil.
karena tidak segera dijawab saya pun memutuskan untuk mengirim pesan singkat yang berbunyi "Kak,tolong jemput saya di Pasar!",pesan sudah terkirim dan saya menunggu sambil menyantap bekal bawaan perjalanan dari Ibu selagi menjelang imsak,saya pun selesai lalu melihat ke layar ponsel,belum ada balasan. saya pun jadi sedikit kesal dan mengeluh saat akhirnya mengangkat bawaan yang cukup berat sambil menyebrang ke arah pasar dari tempat saya turun bis yang berada di timur pasar. padahal,kemarin saat hendak menuju agen bis,saya juga berjalan kaki setelah turun di perempatan jalan Pasar Rebo,ugh berat dan membebani punggung.
setelah menyebrang,saya berjalan ke arah selatan pasar lalu berbelok ke kanan dari samping masjid,dan mata saya langsung terkejut melihat apa yang ada di sepanjang jalan lurus keluar pasar,deretan lampu kelap-kelip tampak menghiasi tiang-tiang bambu panjang sedemikian rupa,dan bahkan ada beberapa rumah yang memasang lampu berputar yang seperti lampu disko tapi berukuran kecil,tak ayal hal itu mengejutkan saya yang baru tiba dari perjalanan jauh dan sudah beberapa bulan meninggalkan kampung halaman.
lalu tiba-tiba saja ponsel berbunyi "annyeong haseyo ada telpon masuk,kamsahmanida",harusnya nada dering ayu ting-ting itu kuganti karena terasa aneh di telingaku,aku pun mengangkatnya"Di,kamu di mana?",tanya kakakku yang kemudian ku jawab,"Di Barat pasar,keluarahan Jagalan",dari ponsel kudengar nada suara kakakku yang kesal karena tidak mengabari saat hampir tiba di tujuan,ia pun menyuruhku untuk menunggu di tempat sepanjang jalan tiang bambu berhias lampu kelap-kelip yang kupikir seperti penjor di Bali.
aku kemudian berpikir,apa-apaan ini,bagamana mungkin kutinggalkan beberapa bulan dan tempat ini jadi terasa sedikit berlebihan dibanding ramadhan tahun-tahun lalu. kakakku tiba,lalu bawaan yang ada kutaruh di depan jok motor bagian kemudi lalu aku naik dan kami pulang ke rumah.
hal yang sama mengejutkan juga kulihat di sekitartempat tinggalku,sama seperti sebelumnya namun ada yang berbeda,surau yang kukenal tidak seperti yang kukenal,semua dirombak,bagian tempat jamaah laki-laki lebih luas dan tempat jamaah perempuan berada lebih ke kiri lagi,dan malam ini pun saat tarawih aku juga terkejut,karena mendapatinya lebih cepat selesai saat pukul 19.40,sedikit cepat dibanding saat aku masih di Jakarta. dan hal lainnya adalah,aku tak menjumpai teman-teman yang kukenal,yang kujumpai cuma satu tapi yang lainnya aku tidak tahu,dan aku mulai berpikir apakah mereka semua merantau ya,padahal ini pulang kampungku yang kedua tapi aku tetap saja terkejut dengan apa yang berubah di desa meskipun bukan perubahan yang drastis.
yak itu saja yang kutuliskan malam ini,sampai jumpa di tulisan berikutnya! :)
Dolopo,11 Juli 2015