Jumat, 07 Agustus 2015

Bagaimana masa lalu keluarga kita?

bagaimanakah kehidupan keluarga kita itu,maksud saya seperti apakah awal terbentuknya sebuah keluarga besar mulai dari buyut,anak,cucu,dan cicit serta piutnya. Hal seperti itulah yang selalu membuatku penasaran akan masa lalu keluarga. Kemarin hari waktu sore,saya merasa tertarik dengan apa yang ada di episode yang kesekian dari Upin dan Ipin musim terbaru,suatu hari mereka sedang ikut membersihkan rumah bersama kakak mereka,sang kakak mengurus bagian ruang depan sementara  mereka mengurus bagian kamar-kamar dengan penyedot debu,saat hendak memasuki satu kamar yang sering terkunci mereka penasaran kenapa selalu kamar itu yang tak pernah dibuka,mereka pun mengambil kunci yang dpegang kakak perempuan mereka yang tengah tertidur.
 Saat mereka membukanya,mereka terlihat terkejut dengan apa yang mereka temukan. sebuah rak berisi buku,saat itu Ipin menjumpai satu buku berjudul Upin dan Ipin Kesayanganku karena penasaran Ipin mencoba mengambilnya dengan memanjat melalui tumpuan buku namun tanpa disangka ia justru menemukan ruang rahasia dibalik rak sontak saja mereka memasukinya dan menemukan rahasia lain yang belum mereka ketahui tentang kakak mereka dan juga sang nenek.
 saya benar-benar senang menontonnya karena saya sendiri juga belum tahu betul bagaimana masa lalu keluarga saya (maaf kalau tulisannya diulang),pernah suatu hari saya bertanya pada ibu siapa kakek atau nenek buyutku lalu ibu menjawab dulu kakek buyut saya bernama Mbah Somo atau entah siapa saya sedikit lupa,katanya dia itu pendekar sakti yang apabila melompat ke belakang maka seketika itu pula ia akan menjadi sesosok harimau besar namun suatu hari ia bingung bila ia kelak mati tidak ada yang akan mewarisi ilmu tersebut,namun kenyataannya sewaktu memiliki anak ia juga khawatir bila anak-anaknya tak akan sanggup mengendalikan ilmu yang ia berikan sehingga pada suatu hari ia menyuruh anaknya yang mewarisi ilmu tersebut untuk memanjat pohon kelapa dan mengingatkannya agar tidak menengok ke belakang atau ke bawah sebelum sampai di puncak pohon. namun sayang sang anak tak bisa menyelesaikan hal tersebut dan akhirnya berubah menjadi harimau. lalu pada suatu hari ia menembak anaknya sendiri hingga tewas dan tidak ada lagi yang mewarisi ilmu yang berbahaya tersebut.
 Bagaimana,terdengar seperti kisah fiksi bukan, yah yang namanya orang dulu memang kadang berkaitan dengan hal-hal berbau mistik,tapi kebenaran kisah tersebut masih saya ragukan. Dan Ibu dulu juga bilang bahwa Kakek dari ibu dulu seorang tentara entah apa jabatannya,kata ibu kakek dulu memiliki banyak lencana di seragamnya yang sayangnya semua sudah diberikan ke orang-orang oleh kakek dan seragamnya juga sudah tidak diketahui kemana,saya yang hanya cucu ketiga hanya bisa mengelus dada karena sewaktu saya masih berumur kira-kira empat kalo tidak salah,waktu itu saya hanya sekali menjumpai kakek saya dan menyambangi rumahnya saat beliau menghembuskan nafas terakhir,rumah kakek tidak terlalu besar ukurannya mungkin sekitar setengah kotak sawah atau lebih,saya juga bertanya pada ibu apa kakek punya catatan semasa masih bertugas,ibu bilang ada namun hal itu juga kurang jelas mengingat bahwa rumah tersebut sudah dihuni orang lain,dikontrakkan mungkin,dan satu hal lainnya yang membuat saya sedih,saya sudah tidak mempunyai nenek,nenek dari pihak ayah sudah wafat sekitar tiga tahun lalu sedangkan nenek dari pihak ibu setahun yang lalu dan saya belum sempat bertanya-tanya kepada mereka berdua.
 hal ini mungkin juga disebabkan karena sebuah buku yang pernah saya baca semasa SMA kelas 2,waktu itu saya membaca buku karangan Alm.Umar Kayam yang berjudul Para Priyayi Sebuah Novel,dia itu orang Ngawi yang saya anggap seperti saudara satu Karesidenan(andai saja bisa begitu),di buku itu dikisahkan seorang priyayi yang juga seorang guru desa dimana ia mengalami kehidupan di tiga jaman yaitu Zaman pergerakan,Zaman jepang,Hingga masa-masa saat PKI memberontak dan Reformasi,saya sungguh merasa bernostalgia saat membacanya dan membayangkan seperti apa Madiun tempo itu,ikut merasakan pahit manis getir kehidupan para tokohnya juga seorang anak yang beranam Lantip yang merupakan hasil dari hubungan gelap sang keponakan yang ia katai seorang bajingan karena ikut gerombolan perampok bernama Siman(saya lupa lengkapnya) yang berakhir dihabisi orang-orang yang kemudian dibakar hidup-hidup.
 yah,buku itu benar-benar membuat saya terobsesi mengenal wajah lawas bangsa ini,jadi saya pun memburu beberapa buku dengan setting seperti buku dan hasilnya saya mendapatkan novel Ronggeng Dukuh Paruk,Amba,Suite Francais(meskipun ini mengisahkan Prancis,tapi tak apa kan?) dan juga mengenal wajah masa lalu negeri lain di dunia ini melalui karya James Herriot,Robert Harris,F. Scott Fitzgerald,Truman Capote dan Orhan Pamuk yang baru-baru ini saya beli. Sjarah memang sungguh mengasyikan bagi saya dan maaf kalau tulisan ini merembet ke hal-hal lain tapi semua hal memang kadang terhubung ibaratnya seperti benang merah yang menghubungkan sepasang manusia. Yah,mungkin sebagian ingatan tentang keluarga saya mungkin sudah lama tertimbun tapi saya juga bangga setidaknya mengetahui sepenggal dari kisah-kisahnya,terkadang ingatan itu terabaikan namun apabila ingatan itu tertulis dan tersimpan rapi dalam catatan maka suatu hari kita bisa membagi hal tersebut kepada anak cucu kita kelak,karena masa lalu mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik di masa depan bukan,yang mengabaikan malah akan mengulanginya kembali tanpa sadar.

akhir kata wassalamualikum wr. wb.
sampai berjumpa di tulisan yang lain :)